Dengan dibuatnya postingan ini, maka aku telah menceritakan semua mantan-mantanku selama empat tahun ini dan itu berarti, tugas utama dari blog ini telah selesai, bukan begitu, kotak pandora?
Mungkin kau akan melihat blog ini suatu hari nanti, dan kau pasti telah membaca sebagian (besar?) Postingan di blog ini, itulah diriku yang sebenarnya, aku tidak baik, tidak pantas untukmu, kau bisa mendapatkan laki-laki yang lebih, lebih, lebih baik lagi.
Aku, tidak akan menceritakan bagaimana kisah yang terjadi antara aku dengan Cakra, tapi aku akan bercerita sedikit tentang dirinya.
Cakra adalah satu-satunya mantanku yang kisahnya belum pernah kutulis disini. Sebenarnya ada beberapa orang yang belum kutulis, seperti kisah tentang Andi, Hendri, Rio, Ka' Silvester, dan Azam.
Selain Cakra, mantan-mantanku yang tidak kutulis disini adalah karena apa yang kujalani dengan mereka sama sekali 'tidak menarik' maksudnya adalah, tidak memiliki dinamika yang berarti dan tidak memiliki banyak kisah yang bisa diceritakan, termasuk yang tidak lengkap kutulis, seperti kisah tentang Bagas dan Arya. Kalau tentang Arya, sudah kuberitahu bahwa kisahku dengannya tidak jauh berbeda dengan Bintang dan Raka, dan juga karena aku malas menulisnya.
Lalu bagaimana dengan Cakra? Dia berbeda, dia istimewa, kisahku dengannya benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan apa yang sudah terjadi padaku antara 2009 sampai 2013. Bahkan Cakra masih lebih baik jika harus dibandingkan dengan Nathan + Bintang + Raka + Lova + Bagas + Panca + Arya digabung jadi satu. Dia adalah pengecualian, aku tidak ingin menulis kisah kami karena...
Karena biarlah hanya kami berdua saja yang tahu, biar itu masing-masing ada didalam hati kami. Aku tidak akan membiarkan siapapun mengetahui detail kisah kita dan aku juga tidak ingin menulisnya.
Kau selalu menyindirku dengan "Kenapa cerita Lova paling banyak?"
Tahukah kamu bahwa cerita dari Nathan sampai Arya (kecuali tentang Rama, Damar, dll) aku menulis mereka dengan penuh kebencian? Mana ada sih orang yang nulis tentang kisahnya dengan mantannya yang ga harmonis dengan sukarela dan senang hati serta lapang dada? Kalau ada, pasti orang itu lebih aneh daripada aku atau orang itu kelewat baik dan pemaaf. Sayang sekali, aku bukan orang yang seperti itu. Aku membenci beberapa diantara mereka, dan sebaliknya, beberapa dari mereka membenciku.
Lalu kenapa cerita-cerita itu begitu romantis? Tidak ada yang tahu juga betapa muaknya aku menulis cerita romantis tentang mereka. Semua karena jalan ceritanya MEMANG seperti itu adanya, mau bagaimana lagi? Masa mau memanipulasi cerita? Ini kan cerita nyata semua.
Udah tahu benci, kenapa ditulis? Suka-suka dong, ini blog siapa?
Kembali lagi, Aku tidak akan menulis hal apapun tentang aku dan Cakra, kamu dan segala hal yang telah kita lewati, penderitaan kita, jatuh bangun kita, air mata kita, semuanya akan selalu ada di hati. Biarlah hanya aku yang tahu. Aku ingin menyimpanmu sendiri, sampai nanti.
Aku tahu kau telah bertemu Ngkuung, entah apa yang sudah kalian bicarakan, tapi aku tidak peduli apapun itu.
Kau sempat mentweet seperti ini,
"Jadi begitu sifatnya, baru tahu setelah diceritain."
Jika tweet itu ditujukan padaku, jika tweet itu memang untukku, mungkin apa yang diceritakan oleh Ngkuung atau siapapun itu, memang benar seperti itu. Aku tidak tahu apa yang sudah kalian bicarakan, tapi anggap saja itu semua yang dikatakannya itu benar. Tidak apa-apa, iya kan saja.
Tapi Ingatkah kamu dengan komitmen awal kita, bim? Tidak ingat? Kuingatkan lagi kalau begitu.
"Jangan sampai ada yang tahu tentang hubungan kita, kamu punya banyak orang yang gasuka sama kamu begitupun aku, banyak orang yang ga suka sama aku, mereka akan cerita segala macam hal yang buruk-buruk tentang aku ataupun tentang kamu, tapi ingat satu hal saja, jika kamu mendengar hal yang buruk-buruk tentang aku, kamu cukup lihat pakai mata kepala kamu sendiri, kamu yang selalu sama aku, bukan mereka. Kamu yang jalanin hari sama aku, bukan mereka. Begitupun sebaliknya jika aku mendengar hal-hal yang buruk tentang kamu dari mereka. Kamu gak mau ada yang ngerecokin hubungan kita, kan?"
Tapi saat itu kita sudah tidak bersama lagi, dan segalanya tidak berlaku lagi. Tapi ingatlah komitmen kita diatas, mungkin kamu bisa terapkan hal itu pada pasanganmu yang berikutnya. Kamu pasti bisa untuk percaya sama perasaan sendiri dibanding perkataan orang lain. Meski apa yang dikatakan oleh orang lain itu benar, tentunya kamu punya penilaian sendiri.
Bagiku, apapun yang ingin kau lakukan, lakukanlah. Tapi ingatlah satu hal, aku akan tetap memegang janjiku, bahwa ketika aku hendak jadian dengan orang lain, aku pasti akan memberitahumu, sampai hari itu tiba, namamu akan terus ada di status BBM dan WA milikku, tidak akan pernah kuhapus ataupun kuganti.
Sedangkan untuk dirimu, kamu tidak perlu sungkan untuk menjalin hubungan dengan orang lain lagi. (Pasti tidak akan sungkan). Aku tidak akan menganggu, tenang saja. justru aku akan mendoakanmu agar tidak lagi mendapat orang seperti aku.
Memang apa sih istimewanya Bimo?
Kamu mungkin tidak punya pikiran se dewasa Mario,
Kamu mungkin tidak punya prestasi yang banyak seperti Gemilang,
Kamu mungkin tidak punya badan yang tegap dan tinggi seperti Aldo,
Kamu mungkin tidak punya kemampuan speaking yang baik seperti Ngkuung,
Kamu mungkin tidak bertahan lama denganku, tidak seperti Indra B,
Kamu mungkin, tidak memiliki suara yang bagus seperti Luthfi,
Tapi, setelah bertemu denganmu, menjalani semuanya, aku sadar bahwa di badanmu yang kecil, didalam otak anak SMA sepertimu, di hatimu yang kadang egois dan masih kekanakan sehingga membuatku kesal setiap hari, ada satu hal dalam dirimu yang tidak mereka punya.
Bagi siapapun dia yang mendapatkan hati Bimo, bersyukurlah, karena dia adalah orang yang.... Yah, pokoknya aku selalu bersyukur, aku selalu bersyukur kami telah sempat dipertemukan.
Bimo, Sayang, Cungkling, aku ingin kamu tahu bahwa aku benar-benar ingin membahagiakanmu, tapi apa daya? Aku belum bisa. Kita belum bisa.
Aku harap kamu bahagia, dengan siapapun itu yang akan membuatmu jadi lebih baik. Maaf, selama ini aku belum bisa membuatmu jadi lebih baik.
When I look back, I don't want to remember how badly we ended, I want to remember the good things, the reasons why I love you.
You'll always be part of me.



No comments:
Post a Comment